Senin, 3 Juli 2006
Sentimental Journey

Akhir minggu kemarin, aku pergi ke tempat Omo, nak. Sudah sekian bulan sejak kami pulang dari tanah suci, belum sempat aku ke tempat bapakku, Omo-mu. Sudah beberapa kali aku mimpi bertemu dengan beliau, bahkan terakhir aku mimpi di atas motor siang bolong, tiba-tiba melihat seolah Omo ingin bicara langsung denganku. Ah, terharu sekali rasanya, nak.
Dikirim oleh papa pada 15:21:39

Senin, 13 Maret 2006
Rutinitas

Apa yang salah dengan rutinitas, nak? Sama sekali tak ada. Kelak kau akan menemukan , nak, orang yang menjauhi rutinitas. Orang seperti itu melakukan banyak hal, untuk menghindari sesuatu yang rutin. Rutinitas atau melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang secara periodik, terkadang dikatakan sebagai sesuatu yang bisa membunuh pelan-pelan. Dalam hubungannya dengan kasih sayang, nak, itu tak benar sama sekali. Malahan kita perlu melakukan sesuatu yang berulang berpuluh tahun, dan itupun masih belum cukup untuk menerjemahkan rasa syukur atau kasih sayang yang kita terima atau berikan.
Dikirim oleh papa pada 08:39:45

Selasa, 7 Maret 2006
Jalan

Kemarin adalah hari bersejarah. Kelihatannya kau sudah mulai benar-benar bisa berjalan. Sebenarnya kemampuanmu ini terbilang agak lambat. Sudah dari berbulan lalu, kau sudah mulai tertatih-tatih satu atau dua langkah. Nampaknya kau kurang keberanian untuk benar-benar mencoba nak. Tapi biarlah, yang jelas kau sudah membuat langkah baru kemarin.
Dikirim oleh papa pada 08:42:37

Jumat, 3 Maret 2006
Kehangatan

Apa yang sebenarnya kita semua selalu perlukan, nak? Ada kebutuhan-kebutuhan dasar kita sebagai manusia. Secara fisik kita membutuhkan makanan, pakaian dan tempat tinggal. Tapi sering sekali kita mengabaikan kebutuhan lain yang tidak selalu kelihatan, yaitu kasih sayang, nak. Untukmu, aku dan mamamu selalu ingin mencukupi kebutuhanmu dan mempersembahkan yang terbaik yang bisa kami persembahkan.
Dikirim oleh papa pada 09:31:57

Rabu, 1 Maret 2006
Sesaat Rindu Tumpah

Membuka bulan Maret, akhirnya semua kembali seperti semula walupun masih belum sempurna seperti sebelumnya. Ya, nak, sepulang kami pergi berhaji, bergantian, mamamu, aku dan kau terkena flu. Apalagi ketika kau sampai panas, kami jadi agak cemas. Bergantian aku dan mamamu mengendongmu ketika malam badanmu panas dan kau tak berhenti menangis. Bahkan setelah kami ke dokter, kau masih batuk dengan susah payah dan kadang muntah karenanya.
Dikirim oleh papa pada 09:14:53

Rabu, 25 Januari 2006
Rindu dari Tanah Suci

Kutulis catatan ini dari tanah suci ketika aku dan mamamu berhaji. Rindu sekali kami padamu, nak. Sudah lebih dari 2 minggu kami di tanah suci, banyak sekali laporan perkembanganmu dari Bunda dan eyang putrimu di tanah air lewat sms dan telepon.
Dikirim oleh papa pada 17:34:53

Senin, 17 Oktober 2005
Sepanjang Hari Denganmu

Sudah berminggu-minggu sejak aku menuliskan catatan terakhirku tentangmu. Barangkali sudah terlalu banyak yang terlewatkan. Tapi tak apa, setiap momen punya hidupnya sendiri-sendiri. Dan itu adalah milik kita sepenuhnya sampai Allah berkenan mengambilnya, nak.
Dikirim oleh papa pada 10:46:11

Minggu, 2 Oktober 2005
Waskat Kojack

Setelah beberapa hari, rambutmu sudah tumbuh sedikit. Meski begitu, aku jadi lebih senang mengelusi kepalamu, ada rasa gatal dan geli sendiri. Gatal terkena rambutmu, dan geli merasakannya sambil melihat mimik wajahmu yang aneh ketika dielus kepalamu. Beberapa waktu lalu, ketika masih licin, kau sempat hendak menggaruk kepalamu, tapi ketika mendapati rambutmu tidak ada, kau jadi terheran-heran sambil mengelusi kepalamu sendiri. Aku dan mamamu tertawa geli ketika mendapatimu bertingkah seperti itu.
Dikirim oleh papa pada 09:14:51

Jumat, 9 September 2005
Plontos

Sehabis upacara "Tedhak Siti", nenekmu langsung menggundulimu lagi. Sekalian, biar rambutmu tumbuh lebih cepat dan lebih lebat. Jadilah kau sekarang gundul lagi. Wah, mukamu jadi lebih bulat dan lucu.
Dikirim oleh papa pada 13:54:54

Jumat, 9 September 2005
Tedhak Siti

Akhirnya kita tiba lagi di rumah. Seminggu di M, berat badanmu naik banyak. Nenekmu rajin membuatkanmu ini dan itu. Udara M lebih dingin, jadi kau lebih banyak tidur. Wah upacara "Turun Tanah"-nya lancar, dan kau jadi pangeran-nya. :)
Dikirim oleh papa pada 11:36:52

Rabu, 31 Agustus 2005
Rindu Berat Menyusul

Aku senang, besok aku sudah akan menyusulmu ke kota M. Kata mamamu di telepon, kau sudah bikin heboh semua orang di rumah eyangmu. Kau maunya blangsakan terus, kelayapan dan otak-atik semua barang, kemana-mana ke seluruh penjuru rumah. Semua orang sedang sibuk mempersiapkan acaramu, sedang kau harus selalu diawasin.
Dikirim oleh papa pada 01:47:37

Jumat, 26 Agustus 2005
Pulang Kampung

Tadi pagi aku mengantarmu ke bandara. Mama dan kau akan pergi ke tempat eyangmu di kota M. Minggu depan baru aku susul menjemputmu. Di kota M, kita akan merayakan syukuran tujuh bulananmu, bertemu nenek buyutmu dan sekalian mama membasuh kangennya dengan kota M.
Dikirim oleh papa pada 10:04:26

Senin, 15 Agustus 2005
Sariawan

Akhir minggu kemarin kau sakit. Dari Rabu sampai Sabtu kau tergeletak, badanmu menghangat, tak bisa tersenyum dan terus-menerus menangis. Kau hampir tak bisa lepas dari gendongan.
Dikirim oleh papa pada 10:07:36

Senin, 1 Agustus 2005
Gendong

Dari kau lahir, aku selalu suka menggendongmu. Sampai-sampai mama atau nenekmu sering memperingatkanku supaya tidak terlalu sering menggendongmu, itu nanti akan membuatmu manja dan ketagihan digendong. Tapi ya... bagaimana, aku punya kenikmatan tersendiri ketika sedang menggendongmu.
Dikirim oleh papa pada 10:45:23

Selasa, 26 Juli 2005
Ceriamu

Sudah banyak sekali gerakmu, nak. Sekarang kau maunya dipegang sambil berdiri. Jadi seolah kau sedang berdiri. Di depan cermin, kau kadang-kadang capek, tapi lebih sering karena kakimu menendang-nendang berjinjit. Kalau aku perhatikan sambil tertawa, kau juga akan tertawa-tawa senang.
Dikirim oleh papa pada 14:13:37

Senin, 18 Juli 2005
Mulai merangkak

Minggu-minggu terakhir ini, kau sudah mesti diawasi setiap waktu. Kemampuanmu merayap sudah tingkat lanjut :). Kau sudah mulai pula merangkak, meski baru selangkah. Biasanya beberapa waktu lalu, jika mau menginggalkanmu, kami semua melingkarimu dengan bantal dan guling rapat-rapat.
Dikirim oleh papa pada 01:29:57

Kamis, 30 Juni 2005
Kilas Balik Kehadiranmu

Aku sedang mengingat ketika kau mulai turun dari ilham. Saat itu setelah pakai penguji kehamilan, pada bulan kedua baru aku dan mamamu memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dari USG akhirnya jelas kami ketahui kehadiranmu. Itu terjadi pada bulan ke-7 sejak aku menikah dengan mamamu. Wah, gembira sekali kami semua, nak. Dan foto ini ketika umurmu kurang lebih 2 bulan di dalam perut mama. Kau masih seperti segumpal darah yang menempel pada dinding rahim mamamu, nak. Persis seperti yang dituliskan dalam surat Al-Alaq.
Dikirim oleh papa pada 08:47:23
Cerita Sebelumnya

Arsip

< Juli 2010 >
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Login

Username

Password



Lupa Password? | Daftar

Kotak Pesan


Nama:
Pesan:

XML
Terbaik dilihat dengan browser bukan IE
Hak Cipta 2004 © Meta
Get Firefox! Get Firefox Instead!